Pemprov DKI Dorong UMKM Jakarta Tembus Pasar Global lewat CIEIE 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat langkah untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan menembus pasar internasional. Salah satu upaya terbaru dilakukan melalui penyelenggaraan China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 3–5 September 2026 di Hall B–C, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai CIEIE 2026 menjadi momentum penting bagi UMKM Jakarta untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada calon mitra dari pasar internasional. Menurutnya, forum tersebut juga dapat memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok.

CIEIE 2026 akan mempertemukan berbagai pelaku industri, mulai dari pembeli, importir, distributor, peritel, penjual marketplace, pemasok, pabrik, hingga pemilik merek dari berbagai kategori usaha. Kehadiran berbagai pihak tersebut memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memahami kebutuhan pasar sekaligus membuka peluang kerja sama baru.

Tidak hanya menjadi tempat memamerkan produk, ajang tersebut juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk membandingkan harga, jumlah pemesanan minimum atau minimum order quantity (MOQ), sampel produk, serta berbagai skema kerja sama. Dengan demikian, UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk mempersiapkan produknya agar sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Pemprov DKI berharap keikutsertaan UMKM dalam kegiatan perdagangan internasional tidak berhenti pada kegiatan promosi semata. Target yang ingin dicapai adalah lahirnya kerja sama konkret, investasi baru, perluasan akses pasar, serta peluang bisnis yang berkelanjutan bagi pelaku usaha Jakarta.

Komitmen tersebut juga terlihat dari langkah Pemprov DKI yang menyiapkan 23 UMKM terkurasi untuk mengikuti China International SME Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, Tiongkok, pada 3–6 September 2026 melalui program Choose Jakarta. Sebelumnya, tiga UMKM binaan Jakarta juga telah mengikuti China Food Trade Fair pada Maret 2026.

Upaya membawa UMKM Jakarta ke pasar global menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Pelaku usaha tidak hanya didorong untuk memperluas pemasaran, tetapi juga meningkatkan kualitas produk, inovasi, kemampuan digital, serta kesiapan menghadapi persaingan internasional.

Pemprov DKI juga menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian dari transformasi ekonomi Jakarta. Pada 2025, sektor industri pengolahan tercatat memberikan kontribusi sekitar 11,13 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta. Pengembangan industri ke depan diarahkan pada sektor bernilai tambah dan berteknologi tinggi, dengan tetap memperhatikan prinsip ramah lingkungan.

Langkah ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki posisi penting dalam pembangunan ekonomi Jakarta. Dengan dukungan promosi, pendampingan, akses pasar, serta koneksi dengan mitra internasional, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan konsumennya.

CIEIE 2026 pun diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi produk-produk unggulan Jakarta untuk dikenal lebih luas. Jika pertemuan bisnis dapat ditindaklanjuti menjadi kontrak perdagangan dan kemitraan jangka panjang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga dapat membuka lapangan kerja dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Melalui berbagai program tersebut, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan komitmen untuk menjadikan UMKM sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi global. CIEIE 2026 diharapkan menjadi langkah nyata agar semakin banyak produk lokal Jakarta mampu bersaing, berkembang, dan mendapatkan tempat di pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *