WTO: Kebijakan Tarif AS Tingkatkan KetidakpastianPerdagangan Global

World Trade Organization WTO memperkirakan volume perdagangan barang dunia akan turun sebesar 0,2 pada 2025 seiring
dengan memanasnya situs pedragangan global

Dirjen WTO Ngozi Okniji Iwela mengatakan kebijakan tarif bea masuk di
amerika serikat di AS telah meningkatkan ketidakpastian dalam /

perdagangan global . Tarif bea masuknya .

Saya sangat prihatin dengan ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan
termasuk kebuntutan AS-China katanya dalam keterangan pers WTO, dikutip
pasa selasa 22/4/2025

perdagangan jasa, meskipun tidak secara langsung dikenakan tarif , juga
diperkirakan turut terpengaruh. Volume perdagangan jasa komersial Global
diproyeksikan hanya tumbuh sebesar 4,0% melambat dari semua yang
diharapkan

Keputusan Presiden AS Donal Trump menunda penerapan tarif resiprokal
memang telah meredakan sebagian tekanan pada perdagangan global, tetapi
risiko kontraksi yang kuat akan tetap ada.

Ketidakpastian yang terus berlanjut mengancam akan menghambat
pertumbuhan global dengan kosekuensi negatif yang parah bagi dunia,
khususnya ekonomi yang paling rentan “ujar Okonjo-Iwela.

pada awal tahun , sekretariat WTO memperkirakan perluasan perdagangan
global yang berkelanjutan pada 2025 dan 2026. perdagangan barang diyakni
tumbuh sejalan dengan pdb dunia, serta perdagangan barang diyakni tumbuh
sejalan dengan pdb dunia , serta perdagangan jasa komersial
meningkatnya dengan lebih cepat

Namun kebijakan tarif bea masuk yang di ambil beberapa negara besar
belakangan ini membuat situasi perdagangan tidak sebaiknya di -perkiraan awal
kebijakan tarif bea masuk resipokal diperkirakan mengurangi pertumbuhan
Volume perdagangan barang global sebesar 0,6 poin persen pada 2025,
sedangkan perluasan ketidakpastian kebijakan perdagangan cepat
memangkas pertumbuhan 0,8 poin persen


kepal Ekonim WTO Ralph Ossa menyebut telah melakukan simulasi yang
menunjukan ketidakpastian kebijakan perdagangan dpat berefek pada
penurunan ekspor dan melemahkan aktivitas ekonomi . Selain itu, kebijakan
tarif juga dapat memicu kebijakan dengan kosekuensi yang luas

pada 2024, Volume perdagangan barang global dilaporkan mampu tumbuh
2,9% sedangkan pertumbuhan ekonomi dunai tumbuh 2,8% . Kinerja ini
menjadikan 2024 sebagian tahun pertama sejak 2017, tidak termasuk saat
situasai Covid-19, di mana perdaganagan barang tumbuh cepat dari pada
output.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *