Dominasi China Menggila, Jadi Sumber Impor 100 Negara

China semakin mengukuhkan posisinya sebagai “pabrik dunia”. Pada 2024, sebanyak 100 negara dan wilayah mengimpor lebih banyak barang dari China dibandingkan negara mana pun.
Dominasi tersebut terlihat di hampir seluruh kawasan, mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika Selatan. Bahkan sejumlah ekonomi besar seperti Jerman, Jepang, India, Brasil, Korea Selatan, dan Indonesia kini menjadikan China sebagai sumber impor terbesar.

Data OEC World, UN Comtrade, serta IMF yang dihimpun Our World in Data hanya menghitung perdagangan barang (goods), sehingga tidak mencakup impor jasa.

Negara yang Paling Banyak Menjadi Sumber Impor Dunia (2024)

China100

Amerika Serikat35

Jerman22

Italia6

India5

Afrika Selatan5

Portugal3

Prancis2

Australia2

Turki2

Brasil1

Belanda1

Malaysia1

Indonesia1

Yunani1

Polandia1

Lituania1

Rumania1

Norwegia1

Mesir1

Swiss1

Pantai Gading1

Uni Emirat Arab1

Fiji1

Selandia Baru1

Uganda1

Spanyol1

Meksiko 1

China Makin Dominan

Posisi China sebagai pemasok utama dunia tidak datang dalam semalam. Negara itu kini menjadi eksportir barang terbesar di dunia dengan surplus perdagangan yang telah melampaui US$1,2 triliun.

Besarnya kapasitas manufaktur membuat semakin banyak negara bergantung pada produk buatan China. Mulai dari barang konsumsi, komponen industri, mesin, hingga teknologi energi bersih diproduksi dalam skala yang sulit ditandingi negara lain.

Dominasi China tidak hanya terlihat di negara-negara Asia.

Brasil, Rusia, Afrika Selatan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Nigeria hingga Norwegia juga menjadikan China sebagai pemasok impor terbesar.

Di Asia sendiri, hampir seluruh ekonomi utama berada dalam kelompok tersebut, termasuk Jepang, Korea Selatan, India, Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, dan Pakistan.

Amerika Masih Bertahan di Belahan Barat

Meski pengaruh China terus meluas, Amerika Serikat belum kehilangan dominasinya di kawasan sendiri.

Kanada, Meksiko, Kolombia, Ekuador, Guyana, Republik Dominika, Haiti, serta seluruh negara Amerika Tengah masih lebih banyak mengimpor barang dari Amerika Serikat dibanding negara lain.

China sendiri menjadi pengecualian menarik. Meski merupakan eksportir terbesar dunia, pemasok impor terbesar China justru masih Amerika Serikat.

Dibanding dua dekade lalu, jejak perdagangan Amerika memang menyempit. Seiring menguatnya industri manufaktur China, semakin banyak negara yang mengalihkan sumber impornya ke Negeri Tirai Bambu.

Di Eropa, Jerman menjadi pemasok impor terbesar bagi banyak negara di kawasan, termasuk Prancis, Italia, Polandia, Spanyol hingga Inggris.

Namun menariknya, Jerman sendiri kini lebih banyak mengimpor barang dari China dibanding negara lain. Kondisi serupa juga terjadi di Norwegia, Rusia, dan Ukraina.

Posisi Jerman sebagai pusat perdagangan Eropa ditopang oleh integrasi Uni Eropa dan kawasan euro yang mempermudah arus barang antarnegara sekaligus membangun rantai pasok regional.

Indonesia Masuk Kelompok China

Indonesia juga berada dalam kelompok negara yang menjadikan China sebagai pemasok impor terbesar.

Hubungan dagang kedua negara terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku industri, mesin, peralatan elektronik, hingga berbagai produk manufaktur dari China.

Sementara itu, hanya sedikit negara yang masih mempertahankan pola perdagangan berbasis kawasan, seperti Argentina yang lebih banyak mengimpor dari Brasil, Albania dari Italia, atau Bhutan dari India.

Semakin banyak negara membeli barang dari China, sementara kekuatan perdagangan lain cenderung bertahan di kawasan geografisnya masing-masing.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *