Terminal peti kemas di pelabuhan patimban resmi mengoperasikan pengoperasian terminal ditadai dengan pengiriman perdana dari patimban ke Singapura, hingga menuju Shanghai, Cina.
Direktur Operasional Patimban Global (PGT), Fian Indiyawanto
mengatakan, kapal tersebut mengangkut kontainer sekitar 1.800
TEUs berbagai jenis barang , mulai dari produk otomotif hingga barang konsum si.
Untuk diketahui, PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI)
menggandeng dua mitra dalam operasi Car Terminal (PICT) untuk mengirimkan kendaraan, dan PGT untuk terminal peti kemas.
“Bermacam-macam ya, ada yang otomotif, ada yang barang konsumsi, yang intinya semua kargo yang bisa dikontainerkan” katanya Pelabuhan kawasan Patimban, subang, Kamis (9/7/2026)

menurut Fian layanan tersebut akan dibuka seminggu sekali. ia berharap kehadiran layanan tersebut dapat menjadi alternatif baru lagi pelaku usaha untuk kegiatan ekspor maupun impor.
CEO PT PPI Fuad Rizal mengtakan pengoperasian terminal peti kemas merupakan awal upaya menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai pelengkap Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Apalagi, Pelabuhan Tanjung Priok dinilai sudah terlalu padat.
Ia menjelaskan bahwa pelabuhan Patimban sebenarnya sudah mengoperasikan terminal kendaraan sejak tahun 2002. Fuad menyebut sekitar 200 ribu unit kendaraan per tahun telah di layani melalui pelabuhan Patimban.
“jadi ini sebenarnya bisa saya katakan bahwa rencaranya pemerintah melalui kementrian perhubungan itu untuk memanfaatkan patimban sebagai pelabuhan yang saling mendukung, yang akan saling melengkapi” jelas Fuad
Saat ini terminal kendaraan pelabuhan patimban memiliki kapasitas 218 ribu unit kendaraan per tahun. Pelabuhan ini akan terus dikembangkan sehingga kapasitasnya mengkat menjadi sekitar 600 ribu per unit per tahun.
Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas III Patimban, Mohd Arief Agustian mengatakan salah satu faktor penting yang akan mendukung pengembangan Pelabuhanpatimban adalah pembangunan jalan akses tol. Berdasarkan perkembangan terakhir, jalan tol tersebut ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada kuartal III 2027
“Karena kala melalui jalur pantura untuk menuju wilayah-wilayah industri, mungkin bisa memakan waktu sekitar satu setengah jam sampai dua jam. Namun apabila ada tol untuk ke wilayah industri ini mungkin kebetulan hanya sekitar 30 sampai 40 menit saja”Jelas dia.
Sambil menunggu jalan tol selesai, distribusi logistik menuju pelabuhan patimban masih mengandalkan jalur pantura. jalur tersebut dinilai masih mampu menampiung lalu melintasi kendaraan menuju pelabuhan.

